Tujuh Pahlawan Baru Indonesia

Tujuh nama pahlawan nasional yang ditetapkan di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (8/11/2011) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah sebagai berikut : (klik pada nama/gambar untuk informasi detil mengenai sang pahlawan,  tautan ke wikipedia. Khusus untuk Mr I Gusti Ketut Pudja informasi langsung disertakan karena di wikipedia belum tersedia)

Syafrudin Prawiranegara

Syafrudin Prawiranegara

Mr Sjafruddin Prawiranegara

KH Idham Chalid

KH Idham Chalid

KH Idam Chalid Baca lebih lanjut

Museum Sandi


Latar Belakang
Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 19 Tahun 1995 tentang Pemeliharaan dan Pemanfaatan Benda Cagar Budaya di Museum. Lembaga Sandi Negara bekerjasama dengan Kementerian Kebudayan dan Pariwisata berupaya melestarikan nilai-nilai sejarah persandian sebagai bagian integral perjuangan kemerdekaan Indonesia. Selain itu juga sebagai media penanaman nilai patriotisme untuk mewariskan nilai perjuangan kepada generasi penerus khususnya segenap insan persandian melalui sebuah museum yang dinamakan Museum Sandi.

Museum Sandi mmenampilkan berbagai jenis koleksi mengenai persandian. Museum Sandi menempati areal dasar (basement) bangunan Museum Perjuangan, Jl. Kolonel Sugiyono No. 24 Brontokusuman Yogyakarta 55143 Telepon (0274)412656.

Museum ini dibangun atas prakarsa bersama antara Kepala Lembaga Sandi Negara RI Ke-3 Mayjen TNI (Purn) Nachrowi Ramli, S.E dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tahun 2006 dan diresmikan pada tanggal 29 Juni 2008. Baca lebih lanjut

Logo dan Tema Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-66 Tahun 2011

Logo dan Tema Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-66 Tahun 2011

Logo HUT RI Ke 66 Tahun 2011

Tema:

Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945,
Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup dalam ke-Bhinneka-an
untuk Kokohkan Persatuan NKRI, Kita Sukseskan
Kepemimpinan Indonesia  dalam Forum ASEAN
untuk Kokohkan Solidaritas ASEAN

————————-
Sumber : indonesia.go.id

Daftar Negara Anggota PBB

Daftar 192 Negara anggota PBB dan tanggal terdaftar sebagai anggota PBB

Negara Anggota PBB

Tanggal  Terdaftar

Afghanistan

19 November 1946

Albania

14 December 1955

Algeria

8 October 1962

Andorra

28 July 1993

Angola

1 December 1976

Antigua and Barbuda

11 November 1981

Argentina

24 October 1945

Armenia

2 March 1992

Australia

1 November 1945

Austria

14 December 1955

Azerbaijan

2 March 1992

Bahamas

18 September 1973 Baca lebih lanjut

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS SMP

Kelas VII, Semester  1

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
1. Memahami lingkungan kehidupan manusia 1.1 Mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan, dan dampaknya terhadap kehidupan

1.2 Mendeskripsikan kehidupan  pada  masa  pra-aksara di Indonesia

2. Memahami kehidupan sosial manusia 2.1 Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial

2.2 Mendeskripsikan sosialisasi sebagai proses pembentukan kepribadian

2.3 Mengidentifikasi bentuk-bentuk  interaksi sosial

2.4 Menguraikan proses interaksi sosial

3. Memahami usaha manusia memenuhi kebutuhan 3.1 Mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral dalam memenuhi kebutuhan

3.2 Mengidentifikasi tindakan ekonomi  berdasarkan motif dan prinsip ekonomi dalam berbagai kegiatan sehari-hari

 

Kelas VII, Semester  2

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
4. Memahami usaha manusia untuk mengenali  perkembangan lingkungannya 4.1 Menggunakan peta, atlas, dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan

4.2 Membuat sketsa dan peta wilayah yang menggambarkan objek geografi

4.3 Mendeskripsikan kondisi geografis dan penduduk

4.4 Mendeskripsikan gejala-gejala yang terjadi di atmosfer dan hidrosfer, serta dampaknya terhadap kehidupan

5. Memahami perkembangan masyarakat sejak masa Hindu-Budha sampai masa Kolonial Eropa 5.1 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan dan pemerintahan pada masa Hindu-Budha, serta peninggalan-peninggalannya

5.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia, serta peninggalan-peninggalannya

5.3  Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa

6.   Memahami kegiatan ekonomi masyarakat 6.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk, penggunaan lahan dan pola permukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi

6.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi barang/jasa

6.3 Mendeskripsikan peran badan usaha, termasuk koperasi, sebagai tempat berlangsungnya proses produksi dalam kaitannya dengan pelaku ekonomi

6.4 Mengungkapkan gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan

 

Kelas VIII, Semester  1

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
1.   Memahami permasalahan sosial berkaitan dengan  pertumbuhan jumlah penduduk 1.1 Mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk

1.2 Mengidentifikasi permasalahan kependudukan dan upaya penanggulangannya

1.3  Mendeskripsikan permasalahan lingkungan hidup dan upaya penanggulangannya dalam pembangunan berkelanjutan

1.4 Mendeskripsikan permasalahan  kependudukan dan dampaknya terhadap pembangunan

2. Memahami proses kebangkitan nasional 2.1  Menjelaskan proses perkembangan kolonialisme dan imperialisme Barat, serta pengaruh yang ditimbulkannya di berbagai daerah

2.2  Menguraikan proses terbentuknya kesadaran nasional, identitas Indonesia, dan perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia

3. Memahami masalah penyimpangan sosial 3.1 Mengidentifikasi berbagai penyakit sosial (miras, judi, narkoba, HIV/Aids, PSK, dan sebagainya) sebagai akibat penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat

3.2 Mengidentifikasi berbagai upaya pencegahan penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat

4. Memahami kegiatan pelaku ekonomi di masyarakat 4.1 Mendeskripsikan hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas

4.2 Mendeskripsikan pelaku ekonomi: rumah tangga, masyarakat, perusahaan,  koperasi, dan negara

4.3 Mengidentifikasi bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat

 

Kelas VIII, Semester  2

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
5. Memahami usaha persiapan kemerdekaan 5.1 Mendeskripsikan peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi dan proses terbentuknya negara kesatuan Republik Indonesia

5.2  Menjelaskan proses persiapan kemerdekaan Indonesia

6. Memahami pranata dan penyimpangan sosial 6.1 Mendeskripsikan bentuk-bentuk hubungan sosial

6.2  Mendeskripsikan pranata sosial dalam kehidupan masyarakat

6.3 Mendeskripsikan upaya pengendalian penyimpangan sosial

7. Memahami kegiatan perekonomian Indonesia 7.1 Mendeskripsikan permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja sebagai sumber daya dalam kegiatan ekonomi, serta peranan pemerintah dalam upaya penanggulangannya

7.2 Mendeskripsikan pelaku-pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia

7.3  Mendeskripsikan fungsi pajak dalam perekonomian nasional

7.4  Mendeskripsikan permintaan dan penawaran serta  terbentuknya harga pasar

 

Kelas IX,  Semester  1

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
1.   Memahami kondisi perkembangan negara di dunia 1.1 Mengidentifikasi ciri-ciri negara berkembang dan negara maju

1.2 Mendeskripsikan Perang Dunia II (termasuk pendudukan Jepang) serta pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia

2. Memahami usaha mempertahankan kemerdekaan 2.1 Mengidentifikasi usaha perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia

2.2  Mendeskripsikan peristiwa-peristiwa politik dan ekonomi Indonesia pasca pengakuan kedaulatan

3. Memahami perubahan sosial budaya 3.1 Mendeskripsikan perubahan sosial-budaya pada masyarakat

3.2  Menguraikan tipe-tipe perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan

4. Memahami lembaga    keuangan dan perdagangan     internasional 4.1  Mendeskripsikan uang dan lembaga keuangan

4.2  Mendeskripsikan perdagangan internasional dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia

 

Kelas IX,  Semester  2

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
5.   Memahami hubungan manusia dengan bumi 5.1 Menginterpretasi peta tentang bentuk dan pola  muka bumi

5.2 Mendeskripsikan keterkaitan unsur-unsur geografis dan  penduduk di kawasan Asia Tenggara

5.3 Mendeskripsikan pembagian permukaan bumi atas benua dan samudera

6. Memahami usaha mempertahankan Republik Indonesia 6.1 Mendeskripsikan perjuangan bangsa Indonesia merebut  Irian Barat

6.2 Mendeskripsikan peristiwa tragedi nasional Peristiwa Madiun/PKI, DI/TII,  G 30 S/PKI  dan konflik-konflik internal lainnya

7. Memahami perubahan pemerintahan dan kerjasama internasional 7.1 Menjelaskan berakhirnya masa Orde Baru dan lahirnya Reformasi

7.2 Menguraikan perkembangan lembaga-lembaga internasional dan peran Indonesia dalam kerjasama internasional

7.3 Menguraikan  perilaku masyarakat dalam perubahan sosial-budaya di era global

7.4 Mendeskripsikan kerjasama antarnegara di bidang ekonomi

7.5 Mengidentifikasi dampak kerjasama antarnegara terhadap perekonomian Indonesia

Wisata Sejarah Jeron Benteng

25 April 2010, Minggu pagi yang basah oleh gerimis tidak menyurutkan lajuku menuju Benteng Vredenburg. Sekitar jam 07.20 pagi rombongan Field Study Jeron Benteng mulai menyusuri jalanan di O km Yogyakarta menuju Musium Sono Budoyo di sebelah utara Alun-alun Utara Yogyakarta. Kegiatan yang digagas oleh Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Yogyakarta bekerja sama dengan Musium Benteng Vredenburg ini diikuti sekitar 200 peserta dari para guru sejarah, mahasiswa dan pemerhati sejarah.

Musium Sono Budoyo menyimpan koleksi benda-benda bersejarah yang cukup banyak, mulai dari zaman prasejarah seperti artefak dari zaman batu, perunggu dan besi. Zaman sejarah Hindu Bhuda, Zaman Islam dan juga terdapat koleksi berbagai batik dan wayang. Pada kunjungan kali ini mendapat kesempatan masuk ke ruang koleksi benda-benda yang terbuat dari emas, konon katanya ruang koleksi ini tidak dibuka pada hari-hari biasa.. (benarkah??).
Musium ini juga sudah dilengkapi dengan monitor touchscreen yang ditempatkan di beberapa ruangan dan dapat digunakan oleh pengunjung untuk mengakses informasi mengenai segala macam koleksi yang ada di musium ini.
Setiap benda yang dipamerkan dikelompokkan dalam satu tempat display dimana terdapat keterangan berkait dengan koleksi itu, tapi sayang keterangann itu tidak cukup lengkap sehingga informasi yang kita dapat sangat terbatas, misalnya pada koleksi prasasti, disitu terdapat peninggalan prasasti pada batu, lempengan logam dan tulisan pada daun lontar. Tidak ada keterangan tentang tahun, isi dan sebagainya.

Perjalanan berikutnya menuju Kraton Yogyakarta, melalui pintu belakang penyusuran kraton dimulai dengan dipandu oleh pemandu yang fasih menceritakan tentang detil bangunan dan benda-benda yang ada di Kraton Yogyakarta, mulai dari nama-nama bangunan, ruang, simbol-simbol pada ornamen bangunan, sampai dengan berat “gembok” pintu gerbang. Simbolisasi di lingkungan kraton sangat kental, mulai dari posisi bangunan, ornamen, pohon yang ditanam, jumlah pohon sampai dengan pasir yang digunakan menutupi semua halaman di lingkungan kraton. Koleksi lain yang menarik adalah peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono ke IX, terdapat koleksi semua benda yang pernah digunakan oleh Sri Sultan semasa hidup, mulai dari pelana kuda, alat fotografi, sampai dengan kompor dan bumbu-bumbu masakan yang tersimpan rapi dalam botol-botol kecil.

Perjalanan dilanjutkan ke Taman Sari, Taman dengan kolam air yang luas ditengah-tengahnya ini hanya berjarak sekitar 500 meter sebelah selatan Kraton. Taman Sari konon merupakan tempat rekreasi keluarga kerajaan, juga tempat para putri kraton membatik.

Tempat selanjutnya adalah Sumur Gemuling yang berada tidak jauh dari kolam Taman Sari, sebuah ruangan dalam tanah yang lengkap dengan lorong-lorong dan ruangan melingkar diatasnya dan sebuah lubang ditengahnya. Tempat ini konon digunakan untuk ruang sholat. Juga ada kisah tentang jalan rahasia dari sumur ini menuju laut Selatan.

Pengembaran satu hari ini kemudian menuju Ndalem Kanoman, di tempat ini peserta diberi kesempatan  ishoma dan kemudian mengikuti Seminar “Peranan Kawasan Jeron Benteng Dalam Sejarah Perkembangan Kraton Yogyakarta” . Seminar ini menghadirkan pembicara Raden Tumenggung Tirun Marwoto SH, yang merupakan humas Kraton Yogyakarta. Beliau membahas berbagai hal yang berkaitan dengan Kraton Yogyakarta dengan cukup menarik, salah satu topiknya mengenai Perubahan Tugu Jogja, tugu Jogja yang terkenal itu ternyata sudah mengalami perubahan dari bentuk semula, bentuk dan tinggi tugu sudah berubah, tulisan yang terdapat pada prasastinya juga sudah berubah, dulu golong-gilig sekarang menjadi wiworo harjo manggolo projo.

Dari Dalem Kanoman perjalanan dilanjutkan ke Masjid Agung, disini para peserta diberi penjelasan oleh pihak Takmir masjid mengenai Masjid Agung, sejarah dan keterangan mengenai bagian-bagian masjid. Masjid Agung berdiri pada 1187 H / 1773M pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I, didalam masjid ini terdapat beberapa ruangan/bagian : Ruang Utama (ruang sholat), Serambi ( Al Makamah Al Kabiroh), Yatihun (tempat rapat para Imam), Pasucen, Pawudhon, Blumbang, perpustakaan, pagungon, dan Arobah (tempat memandikan jenazah).

Studi Lapangan kawasan Jeron Beteng ini akhirnya berakhir sekitar jam 15.00 wib, para peserta  kembali ke alamat masing-masing dengan membawa pengalaman dan wawasan yang lebih baru  tentang sejarah dari kawasan Jeron Benteng yang kaya peninggalan sejarah.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 236 pengikut lainnya.