Bridging Course Sebagai Upaya Penyamaan Bekal Awal Siswa Baru SMP

Bridging Course

Bridging Course Sebagai Upaya Penyamaan Bekal Awal Siswa Baru SMP*)

 

Konsep Bridging Course
Bridging Course adalah matrikulasi (penyamaan bekal awal) bagi siswa-siswa baru SMP. Bridging Course adalah program yang menjembatani antara bekal awal siswa baru SMP dengan bekal yang diperlukan untuk mengikuti pelajaran kelas satu SMP.
Diasumsikan bahwa siswa-siswa baru SMP memiliki bekal awal yang berbeda-beda karena keberagaman kemampuan siswa dan mutu sekolahnya (SD/MI).

Tujuan Penyelenggaraan Bridging Course
Bridging Course diselenggarakan untuk menyamakan bekal dasar siswa-siswa baru SMP, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotornya agar yang bersangkutan memiliki tingkat kesiapan yang memadai untuk mengikuti pelajaran kelas satu SMP.
Catatan : bekal dasar fisik tidak menjadi fokus perhatian saat ini

Bridging Course Untuk Siapa?
Bridging Course diperuntukkan bagi siswa-siswa baru SMP yang telah mengikuti tes Bridging Course mata pelajaran tertentu dan nilainya rendah. Bagi siswa-siswa baru SMP yang hasil tes Bridging Course nya rendah harus mengikuti pelajaran Bridging Course, dan bagi yang hasil tes Bridging Course nya tinggi tidak harus mengikuti pelajaran Bridging Course.

Materi Bahan Ajar Bridging Course
Materi Bridging Course yang diajarkan kepada siswa-siswa baru SMP adalah materi yang dianggap sulit oleh mereka berdasarkan hasil tes Bridging Course yang diselenggarakan oleh SMP setelah mereka diterima sebagai siswa-siswa baru SMP. Idealnya, setiap siswa menerima pelajaran Bridging Course yang tidak harus sama dengan siswa-siswa lain, namun karena alasan efisiensi mereka digabung.

Siapa yang Mengajarkan Bridging Course
Adalah guru-guru mata pelajaran kelas tujuh yang memeiliki kualifikasi profesional dan personal untuk mengajarkan Bridging Course. Khusus Bridging Course yang terkait dengan kepribadian, guru BK paling cocok. Penyesuaian-penyesuaian diri dari siswa SD ke SMP memerlukan bimbingan dan konseling dari guru BK.

Bagaimana Cara Mengajarkan Bridging Course
Dalam mengajarkan Bridging Course, beberapa alternatif cara mengajar dapat digunakan antara lain :

  • PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan)
  • CTL (Contextual Teaching and Learning) – Pembelajaran dan pengajaran kontekstual
  • Pembelajaran berdasarkan masalah
  • pembelajaran kooperatif
  • pembelajaran dengan Melakukan
  • dan lain sebagainya

Alternatif-alternatif cara mengajar tersebut tidak hanya untuk Bridging Course, tetapi juga penting bagi pembetahan siswa di sekolah.

*) dikutip dari slide presentasi “Bridging Course Sebagai Upaya Penyamaan Bekal Awal Siswa Baru SMP” oleh Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Jendral Pendidikan Dasar, Kementrian Pendidikan Nasional, yang disampaikan kembali oleh Drs. Surwanto, M.Pd dalam Bimtek Kompetensi Pendidik di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Wonosari, Gunungkidul pada Senin 25 Juli 2011.
%d blogger menyukai ini: